LPSK : Lembaga Kesehatan dan Manajemen Rumah Sakit

CENTER FOR HEALTHCARE RESOURCES DEVELOPMENT LPSK ; Perubahan adalah proses yang harus dirancang sedemikian rupa untuk membuat nilai tambah bagi organisasi khususnya di bidang kesehatan dan institusi rumah sakit

Abstract

Di era globalisasi moderen sekarang ini, mutu atau kualitas bukan lagi pilihan tetapi sudah menjadi keharusan. Anda mungkin pernah melihat iklan atau billboard di kota Anda yang mengatakan bahwa mereka lebih baik, lebih cepat, lebih aman, dsb. Mereka mencoba memposisikan diri seolah lebih unggul dari yang lainnya, lebih menguntungkan dari pesaing mereka.

Apa yang Anda dapat pelajari? Anda lihat bahwa apabila ada pesaing, sebuah perusahaan atau organisasi akan mulai berpromosi dan menaikkan tingkat mutunya.

Sekarang sudah saatnya bahwa kualitas tidak lagi semata berbicara tentang produk atau jasa, tetapi lebih dari itu. Mutu sudah memainkan peranan penting dalam pemasaran dan pemerakan (branding).

Suatu perusahaan hanya dapat menghasilkan keuntungan apabila mempunyai pasar sasaran (target market) dengan pangsa pasar yang menguntungkan. Jika marketing dan branding merupakan kata kuncinya, maka mutu adalah merupakan komponen paling penting yang menyokongnya.

Berikut secara ringkas mengenai perkembangan mutu dari waktu ke waktu.

Zaman Dulu – Biarkan konsumen yang teliti

Pada masa ini, dan kemungkinan pada awal revolusi industri, jumlah produser jauh lebih sedikit disbanding dengan permintaan pasar. Dengan begitu, produser mengatakan “biarkan konsumen yang teliti”. Produser tinggal memasok produk mereka ke pasar tanpa terlalu peduli dengan kualitas, dan pada saat itu mereka dapat membuat keuntungan yang besar.

Zaman Inspeksi – Memisahkan yang jelek dari yang baik

Karena untung besar yang menjanjikan, bisnis menarik lebih banyak orang atau pelaku bisnis untuk melakukan hal yang sama. Kompetisi menjadi lebih meningkat dan sengit. Pasokan meningkat dan konsumen mempunyai lebih banyak pilihan.

Para pemasok mulai melakukan inspeksi untuk memisahkan produk yang rusak dari yang bagus. Hal ini khususnya lebih diterapkan untuk barang jadi. Selama masa ini, penyaringan dilakukan terhadap barang jadi, dan yang rusak diperbaiki jika memungkinkan. Penyebab kerusakan diidentifikasi dan tindakan koreksi untuk tidak mengulangi kesalahan serupa dilakukan.

Biaya penyaringan dan perbaikan ditambahkan kepada biaya produksi, sehingga mengakibatkan berkurangnya keuntungan. Perbaikan mutu bersigat reaktif, bukan proaktif, tetapi didasarkan pada kerusakan atau masalah yang sudah ditemukan.

Zaman Quality Control – Mengendalikan mutu sepanjang proses produksi

Pada perkembangan ini, mutu dikendalikan pada setiap proses produksi. Pendekatan proses mulai diberlakukan tetapi masih lebih terfokus kepada produk, bukan proses. Variasi dikenali sebagai musuh dari mutu. Untuk itu, statistik dan lembaran kendali (control sheet) dikembangkan untuk memantau variasi. Manual mutu dan rencana mutu yang mendasar mulai dikembangkan dan “self-check” ciberlakukan untuk setiap pemilik proses (process owner).

Zaman Quality Assurance – Menjamin mutu yang memenuhi standar

Masa ini merupakan era standarisasi. Selain pengendalian yang disebutkan pada ”zaman Quality Control”, system audit dan persetujuan pihak ketigapun ditetapkan. Manual mutu lebih dikembangkan lagi untuk memenuhi persyaratan standar dengan rencana mutu yang rinci. Proses Terkendali secara Statistik (Statistical Process Control) mulai dilaksanakan. Standarisasi mutu semakin dikembangkan. ISO9000 (IS0 9001, 9002, 9003 versi 1987 & 1994) merupakan salah satu yang paling dikenal oleh dunia internasional. System ini berkembang dari tahun 1980-an hingga 1990-an.

Zaman Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management-TQM) – Mutu melalui pengelolaan dan keterlibatan semua pihak

Masa ini masih terus berkembang hingga saat ini dan “continuous improvementmerupakan tema utamanya. Dengan pemahaman bahwa persyaratan konsumen merupakan sasaran yang selalu bergerak, sejalan dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan konsumen, mutu perlu dikembangkan sepanjang waktu. Pengalaman dan pengetahuan konsumen secara bersamaan akan membentuk persepsi konsumen tertentu, yang disebut dengan “customer mindset”.

Customer mindset” juga akan dipengaruhi oleh pendidikan, tindakan pesaing, pengalaman sebelumnya, dll. Akibatnya, harapan konsumen juga akan berubah sepanjang waktu. Untuk merespon hal ini, produser juga harus berubah atau lebih tepat lagi “menaikkan” mutunya. Dan proses ini tidak akan pernah berakhir sepanjang otak manusia masih bisa belajar.

Untuk mencapai pengembangan secara terus-menerus, setiap proses dari pemasuk hingga pelanggan harus dilibatkan. Aspek-aspek non-produksi seperti marketing, finance & sumber daya manusia harus dikelola secara simultan. Mutu merupakan hasil kolektif dari semua proses yang berlangsung secara interaktif. Model-model manajemen mutu dan standar mutu telah dikembangkan dengan pendekatan Total Quality Management (TQM). MBNQA (Malcom Baldridge National Quality Award) di Amerika dan “Excellence Model” EFQM (European Foundation for Quality Management) di Eropah merupakan contoh terbaik dari upaya-upaya TQM. Semantara itu, “six-sigma quality” telah dirintis dan dikembangkan oleh Motorola.

Filosofinya adalah Good quality is resulted from good management”.

Terimakasih & mari kita tingkatkan mutu di dunia ini!

Anda bertanggung jawab untuk semua hal yang terjadi dalam hidup Anda. Menjadi kewajiban Anda untuk belajar menerima secara total tanggung jawab untuk diri Anda sendiri. Jika Anda tidak mengatur diri sendiri, maka orang lain akan datang dan mengendalikan hidup Anda. Berikut adalah tips yang mungkin dapat membantu Anda untuk mengatur diri Anda sendiri

Di sini ada daftar hal-hal yang akan membantu Anda dalam memanajemen diri sendiri dan membawa Anda kepada kesuksesan.

  1. Perhatikan setiap peluang/kesempatan baru sebagai sesuatu yang menggairahkan dan pengalaman hidup yang baru.
  2. Jadikan diri Anda seorang profesional yang memperlihatkan keyakinan diri dan jaminan kualitas dalam potensi Anda untuk menyelesaikan tugas apapun.
  3. Tempat diri Anda dalam kondisi selalu siap “tempur” bahwa Anda mempunyai antusiasme pada setiap tugas yang akan datang.
  4. Sering pada diri Anda sendiri, " Apakah yang sedang aku lakukan sekarang ini menggerakkan aku ke arah targetku?"
  5. Lakukan dengan benar sejak mengerjakan pertama kali dan Anda tidak harus memerlukan banyak waktu di kemudian untuk memperbaiki itu.
  6. Terimalah tanggung jawab untuk setiap kegagalan dan kesuksesan pekerjaan Anda. Jangan mencari kambing hitam.
  7. Jangan pandang hal-hal yang Anda lakukan itu sebagai "pekerjaan", pandanglah semua aktivitas sebagai tantangan.
  8. Gunakan pikiran bawah sadar Anda bahwa apa yang Anda lakukan adalah yang Anda inginkan. Katakan pada diri Anda sendiri, "Aku dapat melakukan ini dengan luar biasa baik."
  9. Berilah diri Anda poin-poin untuk setiap penyelesaian tugas yang Anda prioritaskan untuk segera diselesaikan. Kapan Anda mencapai 10 poin, berilah penghargaan pada diri Anda sendiri.
  10. Lakukan perintah agama yang Anda yakini. Setiap pagi serahkan diri Anda pada-Nya, sempatkan sekitar 15 menit untuk menyelaraskan segenap hati dan pikiran Anda dengan kehendak-Nya seraya memanjatkan doa.
  11. Buatlah suatu komitmen untuk diketahui seseorang suatu pemenuhan target spesifik pada waktu (tanggal, bulan, dan tahun) tertentu. Tambahan penting akan membantu Anda merasakan termotivasi untuk melakukannya.
  12. Bulatkan tekad Anda, apa yang Anda lakukan adalah untuk diri Anda sendiri
  13. Percayalah bahwa Anda dapat mewujudkan yang Anda inginkan.
  14. Tidak pernah mengkritik diri Anda sebagai suatu kelemahan. Anda hanya membicarakan tentang ketrampilan yang saat ini belum berkembang atau bagian dari diri Anda bahwa jika Anda menginginkannya, Anda dapat mengubahnya menjadi luar biasa. Anda tidak mempunyai kelemahan apapun, hanya potensi yang sementara belum digunakan.
  15. Jadikan selalu menyenangkan semua waktu Anda apapun situasinya.
  16. Hadapi tantangan Anda dengan cara yang berbeda dibanding cara Anda kemarin. Selalu ada gagasan baru menjadikan diri Anda selalu menarik.
  17. Berkomunikasilah dengan diri Anda sendiri. Suatu self-talk yang menggunakan afirmasi positif adalah rahasia yang umum digunakan semua achievers besar. Mereka yakinkan diri mereka bahwa mereka pasti dapat memenuhi gol mereka.
  18. Buatlah "papan motivasi" dengan membuat catatan/kliping/print out tentang bagaimana Anda harus bertindak pada suatu buletin atau di Majalah Dinding. Ini merupakan suatu cara untuk melihat/mengendalikan apa yang Anda kerjakan. Kapan suatu item dilaksanakan, menghapus catatan. Juga pelihara gol Anda dalam daftar dan gambarkan di “papan motivasi” Anda.
  19. Mencari nafkah mungkin menjadi motivasi dalam pekerjaan Anda. Tinggalkan dan ubahlah perspektif Anda, dan perhatikan bahwa banyak orang yang meninggalkan pekerjaan karena itu, Tuhan Anda telah menetapkan rejeki dan menganugerahkan kepada Anda bakat dan kemampuan luar biasa untuk membuat perubahan bagi lingkungan Anda.
  20. Tetapkanlah penghargaan dan perangsang pribadi untuk membantu menjaga tingkatan capaian dan antusiasme Anda supaya tetap selalu tinggi.
Salam Sukses...!!!



Dalam menyusun program rumah sakit tidak boleh lagi menggunakan intuisi, tetapi gunakan informasi dari pengolahan data yang benar-benar valid

Ukurannya, Karya Nyata
Pelatihan Evaluasi Kinerja dan Penyusunan Program Rumah Sakit dengan menggunakan Analisa SWOT dan Balanced Scorecard dengan nara sumber DR. Freddy Rangkuti telah sukses terselenggara pada hari Kamis dan Jum'at, tanggal 30 April - 1 Mei 2009 di Hotel Aston Atrium Senen yang pada tanggal 1 Mei 2009 telah berganti nama menjadi Lumire hotel. Peserta datang dari RS Oen Solo, RSO Solo, RS Muhammadiyah Lamongan, Pubdokes Polri, RS Charitas Palembang, PT Semen Padang dan RS Pertamedika Tarakan.
Dengan semangat dan antusias para peserta mengikuti pelatihan ini. Banyak wawasan baru tentang bagaimana mengevaluasi kinerja dan menyusun program rumah sakit yang dapat memberi nilai tambah bagi rumah sakit. Sehingga semakin memperbesar peluang bukan hanya sekedar survival tetapi mampu tumbuh dan berkembang sebagai rumah sakit yang memiliki daya saing tinggi. Bukan menyusun program sebagai sekedar ritual rutin tanpa berdasar data. Dengan demikian menambah kesadaran pentingnya database rumah sakit.
Masalahnya, ukuran kesuksesan bukan hanya terletak pada telah terselenggaranya pelatihan ini saja. Melainkan, apakah tambahan wawasan ini mampu memberi energi yang dasyat dalam mempercepat perubahan ke arah yang lebih mumpuni, sehingga rumah sakit darimana peserta datang akan mendapatkan nilai tambah daya saing dasyat dari Knowledge Worker-nya yang telah mendapatkan gemblengan dari pakar marketing ini dalam ukuran waktu tertentu.
Untuk itu, bagi rumah sakit yang benar-benar memiliki komitmen untuk tumbuh dan berkembang, jangan segan-segan mengirimkan Knowledge Worker-nya dalam pelatihan seperti ini. Selanjutnya, berilah kesempatan yang luas untuk menyebarluaskan pengetahuannya pada pegawai lain, bentuk tim perubahan dan mengimplementasikannya untuk membuat rumah sakit memiliki daya saing yang unggul yang berkesinambungan.

Anda Sangat Membutuhkan

Accountability and Monitoring System PPK-BLUD adalah topik technical workshop berikutnya yang akan kami selenggarakan hari Kamis-Jum'at, tanggal 13-14 Agustus 2009 masih di hotel Lumire, Jakarta. Kegiatan ini akan difasilitasi oleh Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes. seorang ahli ekonomi kesehatan yang menjadi konsultan rancang bangun perubahan di beberapa rumah sakit yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Dalam kegiatan ini akan dibahas secara detail (1) bagaimana peran pengawasan internal dan eksternal PPK-BLUD, (2) terlaksananya sistem dan prosedur pengawasan PPK-BLUD, (3) Anda pasti bisa melakukan pengukuran Tingkat Kesehatan PPK-BLUD. Dalam kesempatan ini kami juga akan melaksanakan lounching dan mensimulasikan "Hospital Scan Integrator Software".

Kuasai Ilmunya, Karya Nyata Ukurannya. Selamat Membuat Perubahan...!!!